Une erreur est survenue dans ce gadget

mercredi, février 27, 2013

Jadwal Kursus IFI-LIP Yogyakarta bulan MARET 2013

  1. Untuk tiap tingkat, native speaker akan datang 2 kali di semua kelas 
  2. Untuk info kursus dan kemungkinan adanya pengaturan jadwal khusus bisa ditanyakan di resepsion IFI-LIP 
  3. Untuk pelajar dan mahasiswa, semakin tinggi tingkat anda, semakin murah biaya kursusnya 
    IFI-LIP Yogyakarta, Jl. Sagan no.3 Yogya 55223 | tel. (0274) 566520/547409 | e-mail: kursus.yogyakarta@institutfrancais-indonesia.com
Facebook : IFI Yogyakarta | http://institutfrancais-indonesia.com/yogyakarta | www.ifi-lipyogyakarta.blogspot.com | twitter @IFI-Yogyakarta
Jam buka : Senin s/d Jumat 08.00-19.00 | Sabtu 12.00-16.00

mardi, février 26, 2013

OPEN HOUSE IFI-LIP Yogyakarta



AYO !!! RAMAI-RAMAI DATANG KE
OPEN HOUSE IFI-LIP Yogyakarta
Pasca Renovasi


Jumat-Sabtu 2013
8-9 Maret 2013

KURSUS GRATIS FILM BURSA BUKU KUNJUNGAN GEDUNG BARU KONSER
ICIP-ICIP “CRÊPES A LA PRANCIS”   LOMBA MENGGAMBAR & MEWARNAI


Ayo pergi ke Mediatek IFI-LIP (buku-buku, CD, DVD, film)!
Bazar Buku
Jumat, 8 Maret 2013 ; jam 10.00 – 14.00 Halaman IFI Yogyakarta

Salah satu program kerja sebuah mediatek adalah menyortir koleksinya, memilah dan memilih mana yang layak  atau sebaliknya karena rusak, usang, kadaluwarsa atau kurang diminati. Hasil sortiran tersebut kami kumpulkan dan akan dijual dengan harga murah. Bursa buku dan majalah bekas selalu ditunggu, tidak hanya oleh para anggota tapi juga masyarakat umum.

HARI PEREMPUAN
PEMUTARAN FILM & DISKUSI Bersama

LSM Pemerhati Perempuan Yogyakarta :
Jumat, 8 Maret 2013 ; jam 19.00 Auditorium IFI Yogyakarta
ET MAINTENANT OU ON VA ?

Berlatarkan kota Libanon saat tercabik perang, film Et maintenant on va ou ?
menceritakan perjuangan sekelompok perempuan dari agama yang berbeda-beda
melindungi keluarga & desa mereka dari ancaman luar.
--------------------------------------------------------------------------
KURSUS PENGENALAN BAHASA PRANCIS

Saya belajar bahasa Prancis di IFI!

Sabtu, 9 Maret 2013 jam 12.00 - 15.00


Untuk merayakan gedung baru hasil renovasi serta peresmian ruang-ruang kelas baru, kami menundang Anda untuk ikut serta dalam kursus pengenalan bahasa prancis
bersama pengajar-pengajar kami. Ada juga lomba dan dua pemenangnya akan mendapatkan kursus gratis 50 jam di IFI Yogyakarta. Tempat terbatas untuk kelas pengenalan bahasa Prancis ini
Daftarkan diri Anda di IFI sebelum tanggal 7 maret 2013

KONSER

Sabtu, 9 Maret jam 15.00-19.00
Answer Sheet dan Aurette and Polka Seeking Carnival

Open House ini akan ditutup dengan sebuah konser yang menampilkan 3 grup musik terkenal dari Yogyakarta. Konser akan dibuka oleh Aurette and Polka Seeking Carnivalyang akan memainkan karya-karya
terbaru mereka, dilanjutkan dengan penampilan dari Answer Sheet, sebuah grup indie pop=folk yang terdiri dari 3 musisi pemain ukelele dan perkusi.

Jangan meninggalkan IFI-LIP tanpa:

- Majalah Voilà (semua kegiatan IFI-LIP sampai JULI 2013!) – GRATIS!

- Jadwal kursus bahasa Prancis – GRATIS!

- Mengelilingi Gedung IFI (Pasca Renovasi)

- Berkenalan dengan teman-teman baru

Tim IFI- LIP yang akan bersama Anda sepanjang hari:
Xavier Ricard  (Direktur); Merry (Pengajaran); Mme. Yuli, Mme. Yanti (Mediatek); Retno, M.Jun dan M. Pur (kafe, musik dan galeri);
Devi & Novi(resepsion dan info selama acara tanggal 8-9 Maret 2013)

mercredi, février 20, 2013

Konser Jazz dengan Musisi dari Prancis "Bojan Z"




YOGYAKARTA
Sabtu 23 Februari – 19.00
Auditorium IFI Yogyakarta – Jl. Sagan  3 
Yogyakarta 55223
Gratis dan Terbuka untuk Umum 


Pianis dan penerima berbagai penghargaan jazz, Bojan Z lahir di lingkungan keluarga penyuka musik di Beograd, Serbia tahun 1968. Ia mulai bermain piano sejak usia 5 tahun dan gemar mendengarkan musik folk Yugoslavia, musik Brazil, The Beatles dan juga musik klasik seperti Bach, Ravel dan Debussy.
Ia pindah ke Paris pada tahun 1988 dan beberapa tahun kemudian menjadi salah satu musisi jazz yang tidak bisa dipandang lagi sebelah mata. Bekerja sama dengan musisi-musisi lain, ia bermain di berbagai bar dan klub di Paris, baik dalam formasi duet maupun kuintet. Dua tahun kemudian, ia mulai dikenal publik, memenangkan penghargaan sebagai “Solois Terbaik” yang membuat berbagai musisi besar jazz menaruh perhatian pada penampilannya.
Pada tahun 1991 ia berpartisipasi dalam sebuah kuartet sukses, Azur. Ia bekerja sama dengan pemain kontra bas terkenal Prancis, Henri Texier, dan pemain klarinet, Michel Portal. Kedua musisi inilah yang membawa Bojan Z ke panggung-panggung besar Prancis, Eropa dan lain sebagainya. Ciri khasnya berupa permainan jazz yang matang dan pengaruh musik folk Balkan yang meninggalkan kesan tersendiri pada setiap penampilan Bojan Z.
Di tahun 1993, ia memulai kolaborasi dengan Label Bleu dan menghasilkan album perdananya yang dirilis di New York, “Bojan Z Quartet”, diikuti dengan album “Yopla!” di tahun 1995. Empat tahun berikutnya, ia mengeluarkan proyek multi-etnis Koreni dengan mengundang 8 musisi dari berbagai negara, di antaranya seorang perkusionis Aljazair, peniup ney dari Turki, gitaris rock dari Makedonia dan dua basis yang merupakan kawan lamanya dari Beograd.
Dari semua albumnya, yang paling banyak mendapat pujian adalah “Solobsession”, album piano solo, dirilis tahun 2001. Setahun kemudian ia meraih gelar “Chevalier de l’ordre des Arts et des Lettres”, penghargaan paling prestigius dari pemerintah Prancis, serta penghargaan Django Reinhardt untuk “Musisi Terbaik Tahun Ini” dari Akademi Jazz Prancis.
Album kelimanya, “Transpacifik”, merekam masa-masa kolaborasinya bersama berbagai musisi Amerika. Ia kemudian menerima penghargaan Jazz Eropa (Hanz Koller) di tahun 2005 sebagai “Artis Jazz Eropa Terbaik”. Tidak berhenti disitu, "Xenophonia" (2006) memenangkan penghargaan “Les victoires du jazz 2007” sebagai “Album Terbaik Tahun Ini”. Proyek terakhirnya “Tetraband” dirilis bulan Oktober 2009 bersama pemain trombolin asal Brooklyn Josh Roseman, drummer London Seb Rochford dan basis Ruth Goller.
 ------------------------------------------------------------------------------------ 
Jadwal Tur Bojan Z di Indonesia
JAKARTA
19 Februari – 20.00
GoetheHaus – Jl. Sam Ratulangi 9-15 Jakarta Pusat
Gratis
BANDUNG
21 Februari – 19.30
Auditorium IFI Bandung - Jl. Purnawarman no. 32 Bandung 40117
Gratis
YOGYAKARTA
Sabtu 23 Februari – 19.00
Auditorium IFI Yogyakarta – Jl. Sagan no. 3 
Yogyakarta 55223
Gratis
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Diskografi
2012: Soul Shelter
2006: Xenophonia
2003: Transpacifik
2000: Solobsession
1999: Koreni
1995: Yopla!
1993: Bojan Z Quartet

Website 

Lukisan kaca "N U G R O H O"



Undangan Pembukaan pameran
Lukisan kaca "N U G R O H O"      
Kamis 21 Feb 2013 jam 19.00   
 

Galeri IFI Yogyakarta
Jalan Sagan 3
T. (0274) 566 520


Pameran akan berlangsung : 
22 Februari - 9 Maret | 14.00 - 19.00


Asli dari Muntilan (Jawa Tengah), di mana sanggar lukisnya berada, Nugroho adalah seorang pelukis kaca yang menekuni bidang ini secara turun menurun. Mempelajari teknik melukis tradisional ini semenjak kanak-kanak, ia pun memiliki kemahiran dan keberanian untuk mengembangkan ragam seni ini. IFI Yogyakarta pun memintanya untuk memamerkan sekitar tiga puluhan karya terbarunya.


--------------------------------------


Sejak dulu Muntilan menjadi salah satu pusat produksi lukisan kaca yang hidup di daerah pinggiran Yogyakarta. Pada tahun 1930-an, pelukis-pelukisnya sudah memasok pasar “gambar” kaca dengan bermacam-macam tema seperti tokoh dan adegan wayang, gambar masjid, pot bunga, dll. Setengah abad kemudian, Maryono dan Sastrogambar bersaudara sempat memberi nafas baru kepada seni lukis kaca, sambil tetap berpegang teguh pada tradisi pendahulu-pendahulu mereka. Berbeda dengan pelukis generasi sebelumnya, mereka mendapat dukungan dari kalangan cendekiawan dan seniman Yogya, demi merevitalisasi sebuah kesenian rakyat yang ketika itu –tahun 70-an dan 80-an– terancam punah.
Nugroho, asal Magelang, lahir dan besar dalam suasana seni yang sama. Ia belajar dari sang ayah –Pak Waged, seorang pelukis kaca yang aktif hingga tahun 2000-an– dan karya-karyanya yang pertama masih mencerminkan budaya itu. Namun, pada suatu saat Nugroho merasa harus memilih antara meneruskan aliran sebuah budaya pop (lupakan saja istilah “tradisi”…) atau menggarap lahan inspirasi yang baru. Akhirnya ia memilih yang kedua. Kreasi. Selain menekuni seni rupa secara akademis, Nugroho mulailah berkreasi tanpa terikat pada tema maupun gaya yang sudah ia akrabi. Ia juga pindah ke media baru. Maklumlah, bagi pelukis, kanvas praktis tidak menyisakan ruang untuk kaca.
*           *           *
Pameran ini adalah hasil 10 tahun eksperimen dan penjelajahan di dunia seni lukis, disertai dengan pematangan tema dan teknik.
Tema-tema yang diangkat Nugroho jauh dari dunia sesama pelukis kaca. Ia menilik dan meresap adegan, gambar, dan sosok yang berada di lingkungan hidupnya –katanya juga dari majalah–, tetapi salah satu tema yang paling sering muncul adalah kesepian manusia di dunia ini… Lihatlah potret-potret tunggalnya dengan warna hitam, abu, putih dan krem yang dominan.

Dari segi teknik, Nugroho bertolak belakang dengan teknik sungging dan blok warna polos yang dipakai pelukis kaca tradisi. Tarikan-tarikannya lebih bersifat garis geometris atau coretan tak terarah dari pada sunggingan. Di samping berbagai teknik pewarnaan (termasuk pointillisme dan tachisme), Nugroho juga memanfaatkan lapisan cat yang ia sapukan, yang kemudian digores untuk memunculkan figur atau bentuk. Yang menarik lagi, Nugroho sangat piawai menerapkan teknik akuarel dan membiarkan cat hitam transparan meleleh, sehingga memberi kesan spontanitas alami, padahal sangat terkontrol tentu saja.

Nugroho tidak pernah jauh dari kaca dan kini rupanya –mudah-mudahan– kembali sepenuhnya ke media itu. Syukurlah! Pelukis yang benar-benar menghayati media kaca adalah sosok yang jarang, dan mereka yang menempatkan diri di titik temu antara kaca dan seni kontemporer lebih langka lagi.