lundi, janvier 14, 2013

Festival Sinema Prancis 2013 19 & 20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR


Festival Sinema Prancis  ke-17

19 Januari 2013 EMPIRE  XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4   &                                                              Studio 5
17.00 - 18.55 Asterix & Obelix                            17.00-18.35 Comme un Chef                  
19.15 – 21.15 Intouchables                                   18.55 -20.50 Camille Redouble

20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4 &                                                            Studio 5
17.00 - 19.00 Intouchables                                  17.00-18.50 Les Lyonnais
19.15 – 20.50 Comme un Chef                           19.10 – 21.00 Asterix & Obelix                  



Kedutaan Perancis di Indonesia dan Institut Francais Indonesia melanjutkan komitmennya mempertunjukkan film-film Perancis kelas dunia kepada publik Indonesia. Menampilkan 5 film Bahasa Prancis dengan teks Inggris dan Indonesia, dengan berbagai genre diantaranya drama komedi, drama polisi, serta  komedi.
Selain Yogyakarta, festival film ini juga akan diselenggarakan di 10 kota-kota besar Indonesia. 10 kota itu adalah Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Lampung, Makasar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya. Yogyakarta tak lepas dari dukungan Novotel Yogyakarta, serta Media Bernas, Tribun Jogja, KR, Harian Jogja, Gerinimo FM, Female Radio, Prambors, Sonora dll.
Dengan diadakannya Festival ini diharapkan Film-film Prancis dapt memberikan  warna serta kontribusi dalam perfilman di Indonesia bagi masyarakat Yogyakarta dan 10 kota lainnya
Festival Sinema Prancis di Yogyakarta bertempat di EMPIRE XXI  Yogyakarta . Tiket dapat dibeli pada hari H di tiketing XXI dengan harga khusus 20.000 IDR.

Festival Sinema Prancis  ke-17

19 Januari 2013 EMPIRE  XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4                                                                Studio 5
17.00 - 18.55 Asterix & Obelix                   17.00-18.35 Comme un Chef                  
19.15 – 21.15 Intouchables                        18.55 -20.50 Camille Redouble

20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4                                                             Studio 5
17.00 - 19.00 Intouchables                        17.00-18.50 Les Lyonnais
19.15 – 20.50 Comme un Chef                  19.10 – 21.00 Asterix & Obelix                  



21-23  Januari 2013 @Auditorium IFI-LIP Yogyakarta 
21 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3 Kompetisi Film Pendek



Parkir
Jason Iskandar
Wrong Day
Yusuf Radjamuda
Keripik Sukun Mbok Darmi
Heri Kurniawan
University | 2012
Jumprit Singit
Mahesa Desaga
Halo! Athpal S. Paturusi
Tanya Jawab
Jason Iskandar
Palak
Jaka Triadi
Penghulu
Destri Tsurayya I.
Waktu Kunjung Pacar
Nizar
Jatisari First Blood Reloaded | Sirojudd



Kompetisi film pendek nasional
Untuk pertama kalinya, Festival Sinema Prancis mengadakan kompetisi film pendek nasional dengan tujuan menemukan sutradara muda Indonesia yang menjanjikan. Untuk sutradara film terbaik pilihan juri akan diberikan hadiah berupa perjalanan ke Prancis untuk berpartisipasi dalam sebuah festival  film pendek pada tahun 2013.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Focus Olivier Assayas : rétrospective
Tokoh besar perfilman Prancis, Olivier Assayas telah merampungkan 14 film panjang, 3 film dokumenter dan 6 film pendek. Karyanya dianugerahi berbagai penghargaan di banyak ajang internasional, seperti Mostra de Venise, Golden Globe atau LAFCA Los Angeles.
Sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat film, Assayas menulis selama bertahun-tahun untuk majalah Cahiers du Cinéma, salah satu majalah sinema terbaik di Eropa.



22 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3 retrospective Olivier Assayas 
Assayas L'Eau Froide Olivier Assayas

Tahun 1972, Gilles dan Christine adalah teman sekelas di sebuah SMA dari lingkungan kaya. Sama-sama anak korban perceraian yang hidup mengikuti naluri sendiri. Gilles melakukan perdagangan ilegal, sedangkan Christine dipaksa masuk ke sebuah panti rehabilitasi mental. Ia akhirnya kabur untuk berkumpul dengan Gilles di sebuah pesta yang diadakan di sebuah rumah tak berpenghuni di tengah hutan. Mereka memutuskan untuk pergi lebih jauh lagi. Dalam perjalanan ke Massif Central, Christine menghilang, meninggalkan Gilles sendirian menghadapi masa depannya.


23 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3
Assayas Irma Vep Olivier Assayas

Bintang film laga, Maggie Cheung, datang ke Paris untuk memerankan Irma Vep, tokoh ciptaan Musidora dalam film Les Vampires yang dibuat oleh Louis Feuillade tahun 1915. Versi baru Irma Vep ini haruslah disutradarai oleh seorang tokoh nouvelle vague yang berpengalaman, yang dapat melihat bahwa sang aktris adalah satu-satunya bintang yang cocok memerankan Irma Vep modern. Akan tetapi lemahnya produksi, ketidakstabilan mental sutradara, selisih pengertian yang besar antara Maggie dan kru lainnya membuat produksi film ini bagai bencana.

Aucun commentaire: