Une erreur est survenue dans ce gadget

jeudi, janvier 31, 2013

AGENDA DELF-DALF MARET 2013


Jadwal Kursus IFI-LIP Yogyakarta bulan FEBRUARI 2013

  1. Untuk tiap tingkat, native speaker akan datang 2 kali di semua kelas 
  2. Untuk info kursus dan kemungkinan adanya pengaturan jadwal khusus bisa ditanyakan di resepsion IFI-LIP 
  3. Untuk pelajar dan mahasiswa, semakin tinggi tingkat anda, semakin murah biaya kursusnya 
    IFI-LIP Yogyakarta, Jl. Sagan no.3 Yogya 55223 | tel. (0274) 566520/547409 | e-mail: kursus.yogyakarta@institutfrancais-indonesia.com
Facebook : IFI Yogyakarta | http://institutfrancais-indonesia.com/yogyakarta | www.ifi-lipyogyakarta.blogspot.com | twitter @IFI-Yogyakarta
Jam buka : Senin s/d Jumat 08.00-19.00 | Sabtu 12.00-16.00

vendredi, janvier 25, 2013

Pameran seni visual “Pharmacide Arts : Seni Memberantas Obat Palsu”


Pembukaan Pameran

“Pharmacide Arts : Seni Memberantas Obat Palsu”
Pameran seni rupa dari 4 negara : Indonesia, Laos, Vietnam, Cambodgia.

Adhya Ranadireksa|Satria Nugraha|Iwan Wijono|Iwan Effendi|Tita Rubi|JJ adibrata Colleclif Serrom
Pembukaan : Senin, 28 Januari 2013,
jam 19:30 WIB, di Ruang Pamer Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan 37 Yogyakarta 55141
Terbuka untuk umum dan GRATIS




Transisi masyarakat belum selesai
Pembicaraan dengan warga dan artist pameran obat palsu, tak satupun heran fenomena itu. Berapa kali kasus polisi, tentara, dukun dan dokter gadungan
mengelabuhi warga untuk uang, cinta, dan lain hal. Berapa kali pernikahan gagal,ternyata suaminya adalah perempuan atau sebaliknya.
Tradisi kolaps menuju masyarakat modern belum siap, terdikte sistem pasar global, diikuti pendidikan dan pelayanan kesehatan mahal, asuransi negara tidak memadai, lapangan pekerjaan kurang, kekuasaan korup, kewajaran fenomena kepalsuan bertebaran. Berkembang komunitas subkultur, banyak kehidupan tersembunyi, tidak mengikuti sistem yang ada, bekerja dan bertahan hidup dengan caranya sendiri.
Satria Tri Nugraha memetakan tubuh dalam hasrat dan seksualitas sebagai metafora kekuasaan menjadi dorongan utama di segala bidang, Tempus bahasa latin berarti tempo dalam hitungan nada, rangkaian 15 seri collage dan screenprint anatomi detail tubuh manusia. Adhya Santana Ranadireksa, photography C-Print Kodak Endura Met VC The Fate # 1 dan The Fate # 2, tubuh di meja perjamuan pesakitan dengan selang-selang invus dan botol medis dan kerangka tulang manusia, refleksi pemaknaan dan perjuangan kehidupan sebagai tawaran takdir
sang khalik.
Iwan Effendi Mbok Jamu acrylic on canvas, sapuan komikal pop, jamu tradisional dengan bahan baku makin jarang, pengawasan peredaran lemah, mbok jamu keliling menjadi satu agen jamu instant palsu. Botol-botol di gendongan awalnya keramik berubah botol plastik aqua bekas, kepala mbok jamu monumen pohon hitam, dari botol keluar ramuan-ramuan mengudara bercampur benang kusut simbol farmasi bermonster dan konsumen antri minum mengantar nasib.
Tita Rubi Silent Pills fiberglass, plexiglass, string dan senar. Bagaikan buah cherry merah di atas puding putih. Berupa pil-pil putih dengan hiasan janin merah di atasnya. Janin kecil di luar kandungan, pil-pil membisu, menyiratkan memory antara kesehatan dan kehidupan-kematian. Iwan Wijono, rekonstruksi manusia modern yang Elegant, clean, disinfected, terkulai tertusuk piramida parodi puncak jaman modernitas. Praktis dan efisien hasil maksimal oleh budaya modern, dibayar rusaknya alam dan budaya adiluhung, kekawatiran multicrisis dan multiconflict masa depan, akankah disusul pencerahan menuju jaman baru.

Iwan Wijono

--------------------------------------


Opening Exhibition
“Fake medicine : the disease of greed”
Visual arts from 4 countrys : Indonesia, Laos, Vietnam, Cambodgia.
Adhya Ranadireksa|Satria Nugraha|Iwan Wijono|Iwan Effendi|Tita Rubi|JJ adibrata Colleclif Serrom
Opening : Monday, 
January, 28 2013 @19.30
Langgeng Art Foundation Jl. Suryodiningratan 37 Yogyakarta 55141
FREE and open for public

No End Transition Society Before their participation to the exhibition, the issue of the fake medicine was
well known by the five Indonesian artists. How many times, by interest or passion, People have been cheated by policemen, soldier, dukun (traditional healers), or fake doctors? Because modernity and globalization, the traditional society is collapsing. Education, the social system and Social health system become too expensive.
Unemployment is rising, corruption is spreading: lying become common. In response, communities of citizens are growing; an underground culture become widespread: many are hiding and do not follow the dominant system, they try to work and survive otherwise.
Satria Tri Nugraha maps the human body, viewed in the angle of passion and sexuality, as a metaphor of power which is becoming the main pulse in all fields: Tempus (the Latin title means time or time measurement) is a series 15 collages and screen printings which detailed anatomy of the human body. Adhya Santana Ranadireksa, made a diptych (using the C-Print Kodak Endura Met VC photographic process) entitled The Fate # 1 and The Fate # 2 : on the first leaf, a female patient lying on a table, fed by multiple infusions; on the other leaf, a human skeleton. This works is a reflection, tinged with vanity, on the meaning of life and the destiny offered by the afterlife. Mbok Jamu (acrylic on canvas) by Iwan Effendi represents in a comic and pop features, the jamu, a traditional remedy with rare ingredients. Because of the lack of control over its distribution, Mbok keliling jamu (jamu the pedler) becomes instantaneously a fake jamu dealer. The bottles on his back, which were formerly
in ceramics, suddenly transform into plastic bottles that we recognize as the “Aqua” trademark ... The head and body of Mbok are rooted incarnate in a black tree. From the bottles, potions pour and fly,attached by braid ties: monstrous symbol of a pharmacy / pharmacopeia and its queue of customers waiting for their “destiny”.
Finally, with Elegant, clean, disinfected, I paint the stylish reconstruction of the modern human body: cleaned, disinfected, but lifeless, stabbed by the parodic pyramid of the triumphant modernity. Practical and efficient, this work is the optimal result of the modern culture, at the expense of the beautiful nature and noble cultures. Will fear of crisis and global conflict lead us to new era of “les Lumières”?
Iwan Wijono

lundi, janvier 14, 2013

Festival Sinema Prancis 2013 19 & 20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR


Festival Sinema Prancis  ke-17

19 Januari 2013 EMPIRE  XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4   &                                                              Studio 5
17.00 - 18.55 Asterix & Obelix                            17.00-18.35 Comme un Chef                  
19.15 – 21.15 Intouchables                                   18.55 -20.50 Camille Redouble

20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4 &                                                            Studio 5
17.00 - 19.00 Intouchables                                  17.00-18.50 Les Lyonnais
19.15 – 20.50 Comme un Chef                           19.10 – 21.00 Asterix & Obelix                  



Kedutaan Perancis di Indonesia dan Institut Francais Indonesia melanjutkan komitmennya mempertunjukkan film-film Perancis kelas dunia kepada publik Indonesia. Menampilkan 5 film Bahasa Prancis dengan teks Inggris dan Indonesia, dengan berbagai genre diantaranya drama komedi, drama polisi, serta  komedi.
Selain Yogyakarta, festival film ini juga akan diselenggarakan di 10 kota-kota besar Indonesia. 10 kota itu adalah Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Lampung, Makasar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya. Yogyakarta tak lepas dari dukungan Novotel Yogyakarta, serta Media Bernas, Tribun Jogja, KR, Harian Jogja, Gerinimo FM, Female Radio, Prambors, Sonora dll.
Dengan diadakannya Festival ini diharapkan Film-film Prancis dapt memberikan  warna serta kontribusi dalam perfilman di Indonesia bagi masyarakat Yogyakarta dan 10 kota lainnya
Festival Sinema Prancis di Yogyakarta bertempat di EMPIRE XXI  Yogyakarta . Tiket dapat dibeli pada hari H di tiketing XXI dengan harga khusus 20.000 IDR.

Festival Sinema Prancis  ke-17

19 Januari 2013 EMPIRE  XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4                                                                Studio 5
17.00 - 18.55 Asterix & Obelix                   17.00-18.35 Comme un Chef                  
19.15 – 21.15 Intouchables                        18.55 -20.50 Camille Redouble

20 Januari 2013 EMPIRE XXI Yogyakarta HTM 20.000 IDR
FILM :
Studio 4                                                             Studio 5
17.00 - 19.00 Intouchables                        17.00-18.50 Les Lyonnais
19.15 – 20.50 Comme un Chef                  19.10 – 21.00 Asterix & Obelix                  



21-23  Januari 2013 @Auditorium IFI-LIP Yogyakarta 
21 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3 Kompetisi Film Pendek



Parkir
Jason Iskandar
Wrong Day
Yusuf Radjamuda
Keripik Sukun Mbok Darmi
Heri Kurniawan
University | 2012
Jumprit Singit
Mahesa Desaga
Halo! Athpal S. Paturusi
Tanya Jawab
Jason Iskandar
Palak
Jaka Triadi
Penghulu
Destri Tsurayya I.
Waktu Kunjung Pacar
Nizar
Jatisari First Blood Reloaded | Sirojudd



Kompetisi film pendek nasional
Untuk pertama kalinya, Festival Sinema Prancis mengadakan kompetisi film pendek nasional dengan tujuan menemukan sutradara muda Indonesia yang menjanjikan. Untuk sutradara film terbaik pilihan juri akan diberikan hadiah berupa perjalanan ke Prancis untuk berpartisipasi dalam sebuah festival  film pendek pada tahun 2013.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Focus Olivier Assayas : rétrospective
Tokoh besar perfilman Prancis, Olivier Assayas telah merampungkan 14 film panjang, 3 film dokumenter dan 6 film pendek. Karyanya dianugerahi berbagai penghargaan di banyak ajang internasional, seperti Mostra de Venise, Golden Globe atau LAFCA Los Angeles.
Sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat film, Assayas menulis selama bertahun-tahun untuk majalah Cahiers du Cinéma, salah satu majalah sinema terbaik di Eropa.



22 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3 retrospective Olivier Assayas 
Assayas L'Eau Froide Olivier Assayas

Tahun 1972, Gilles dan Christine adalah teman sekelas di sebuah SMA dari lingkungan kaya. Sama-sama anak korban perceraian yang hidup mengikuti naluri sendiri. Gilles melakukan perdagangan ilegal, sedangkan Christine dipaksa masuk ke sebuah panti rehabilitasi mental. Ia akhirnya kabur untuk berkumpul dengan Gilles di sebuah pesta yang diadakan di sebuah rumah tak berpenghuni di tengah hutan. Mereka memutuskan untuk pergi lebih jauh lagi. Dalam perjalanan ke Massif Central, Christine menghilang, meninggalkan Gilles sendirian menghadapi masa depannya.


23 Januari 2013 jam 19.00 @ Auditorium IFI-LIP Jl Sagan 3
Assayas Irma Vep Olivier Assayas

Bintang film laga, Maggie Cheung, datang ke Paris untuk memerankan Irma Vep, tokoh ciptaan Musidora dalam film Les Vampires yang dibuat oleh Louis Feuillade tahun 1915. Versi baru Irma Vep ini haruslah disutradarai oleh seorang tokoh nouvelle vague yang berpengalaman, yang dapat melihat bahwa sang aktris adalah satu-satunya bintang yang cocok memerankan Irma Vep modern. Akan tetapi lemahnya produksi, ketidakstabilan mental sutradara, selisih pengertian yang besar antara Maggie dan kru lainnya membuat produksi film ini bagai bencana.

vendredi, janvier 04, 2013

L'Institut français de Yogyakarta (LIP) sur TV5




L'Institut français de Yogyakarta (LIP), mode d'emploi 
Émission TV5 du Samedi 22 Décembre 2012

Destination Francophonie #11 Indonésie, structures de l'apprentissage du français et débouchés
Bonus : Indonésie, structures de l'apprentissage du français et débouchés