Une erreur est survenue dans ce gadget

mercredi, mai 30, 2012

PENTAS SIRKUS KONTEMPORER "CHABATZ D'ENTRAR"


PENTAS SIRKUS KONTEMPORER "CHABATZ D'ENTRAR"

3 Juni 2012 - 15.00 & 17.00 

Taman Pintar Jl. Panembahan Senopati No. 1-3. Yogyakarta


Setelah sukses dengan « Mobile » pada Printemps Français 2011, kelompok Chabatz d’Entrar kembali ke Indonesia membawa pertunjukan terbaru mereka, « Perchés », yang akan dilangsungkan di tempat terbuka. Sepasang manusia, yang satu tinggi di udara, sedangkan yang lain di tanah. Dua sudut pandang tentang dunia sekitar yang mencoba untuk bertemu dan saling memahami. Pemain akrobat Chabatz d’Entrar memberikan dimensi baru pada permainan egrang, alat yang sering dipakai dalam sirkus, melalui pertunjukan bernuansa khayali dan puitis, yang mengeksplorasi ruang, tubuh dan permasalahan hidup bersama.

Seperti halnya olah sirkus papan yang dibawakan oleh grup Chabatz d’ Entrar dari Perancis. Grup yang didirikan di Limousin, daerah Perancis Daratan yang dikenal sebagai penghasil daging sapi dan kayu ini berdiri tahun 1997. Beranggotakan empat pemain yaitu Cyrille, Damien Caufepe, Oliver Leger dan Silvere Bartoux.

mardi, mai 29, 2012

Pertunjukan Ensambel Musik: LE POÈME HARMONIQUE - Yogyakarta 31 Mei – 19.00 Auditorium IFI Yogyakarta


Pertunjukan Ensambel Musik: LE POÈME HARMONIQUE - Yogyakarta
31 Mei – 19.00
Auditorium IFI Yogyakarta
Jl. Sagan no. 3 Yogyakarta 55223
T. (0274) 566 520
www.institutfrancais-indonesia.com
Gratis

Dibentuk tahun 1998, Le Poème Harmonique adalah ensambel yang terkenal membawakan musik abad 17 dan awal abad 18. Formasi luar biasa ini tampil rutin di panggung-panggung paling prestisius di Amerika, Eropa, dan Jepang… dan dalam rangka Printemps Français, untuk pertama kalinya mereka hadir di Indonesia.
Bukan sekadar konser, pertunjukan « Venise, des rues aux palais » adalah perayaan semangat Venezia jaman barok yang sebenarnya. Di ruangan yang diterangi lilin-lilin, komposisi termasyur karya Monteverdi dan Manelli akan mengantar para penonton masuk ke istana, jalan-jalan dan kanal-kanal Venezia, di mana pesta hanya akan berakhir ketika fajar menyingsing.
Grup musik ini dikepalai oleh Direktur Artistik bernama Vincent Dumestre. Bila ia memfokuskan pekerjaannya pada musik-musik vokal dan instrumental abad ke-17 dan awal abad ke-18, ensambel ini juga secara rutin memperkaya diri dengan memasukkan unsur berbagai disiplin seni lain. Sintesa aneka seni ini, ditambah dengan efektivitas kerja tim ianilah yang kemudian menandakan singularitas dari Le Poème Harmonique di kancah musik barok masa kini.
Selain itu, para pelawak dan penari bergabung pada awalnya dengan para penyanyi dan musisi untuk membawakan sebuah musik kamar berjudul « Le Ballet des Fées, Il Fasolo ». Kemudian, mulai tahun 2004 sebuah pertunjukan bergenre baru yang mencampurkan musik Italia dan sirkus. Contohnya adalah berbagai produksi panggung seperti « Le Bourgeois Gentilhomme de Lully et Molière » (karya Benjamin Lazar) atau « Le Carnaval Baroque » (karya Cécile Roussat).
Untuk seni opera, melalui karya Benjamin Lazar berjudul « Cadmus et Her¬mione de Lully », Le Poème Harmonique membawakan sebuah refleksi mendalam dari korespondensi antara unsur estetika zaman barok, dengan pencahayaan dari lilin dan gerakan, langit-langit yang dilukis, alat instrumen  serta panggung kontemporer. Grup ini membawa pula pandangan baru mengenai sumber-sumber populer dari repertoar Italia dan Prancis, juga melalui rekaman « Aux Marches du Palais » yang didedikasikan untuk lagu-lagu vokal Prancis.
Sejak terciptanya grup ini, Le Poème Harmonique senantiasa membuat konser di sekeliling Prancis dan sejumlah daerah ibukota internasional. Mereka mengembangkan hubungan kuat dengan publik di Roma, New York dan Tokyo. Lalu baru-baru ini meluas ke London, Wina dan Madrid. Bagaimanapun, mereka menjaga hubungan spesial dengan publik di Haute-Normandie, Prancis, daerah dimana sebagian besar kegiatan mereka dijalankan. Diantara banyak acara yang di highlight belakangan ini, puncak kesuksesan Le Poème Harmonique dicapai berkat karya « Bourgeois Gentilhomme », « Carnaval Baroque » dan « Cadmus et Hermione ».

VENEZIA

Sebagai perayaan dari semangat ala Venezia di zaman keemasan Barok, Benjamin Lazar, penata gerak Le Poème Harmonique bekerja keras untuk mengedepankan unsur gerakan dari para penyanyi, yang diperkuat dengan pencahayaan dari lilin dan penampilan dari para artis ikonik (Penyanyi soprano Claire Lefilliâtre dalam karya terkenalnya Lamento della Ninfa Monteverdien, yang dipopulerkan oleh film Le Pont des Arts). Di masa itulah bentuk-bentuk seni populer dan akademis berasimilasi, dimana kejujuran dari segala emosi dan kebebasan berbicara belum terhalangi oleh aturan-aturan yang kaku.
Sejak terciptanya program Venezia pada tahun 2008 di Festival Cal Performances de San Francisco, AS, program ini ditampilkan dalam rangka Festival Musik Kuno Postdam, Berlin, Festival Viva Voce de Caen, Festival Sablé–sur–Sarthe, Festival Bemus de Belgrade, Serbia, serta dalam rangkaian tur Festival Musik Gugur Normandie, Prancis.
FORMASI
Soprano : Claire Lefilliâtre
Tenor : Serge Goubioud, Jan Van Elsacker
Bas : Geoffroy Buffière
Biola : Stéphanie Pfister, Françoise Enock
Lirone : Lucas Peres
Colascione dan gitar: Jean-Luc Tamby
Perkusi : Samuel Domergue
Theorbo, gitar barok dan konduktor:  Vincent Dumestre
Penata gerak: Benjamin Lazar
DISKOGRAFI
• Emilio de Cavalieri: Lamentationes Hieremiae Prophetae, CD
• Charles Tessier: Carnets de Voyage, CD
• Étienne Moulinié: L’humaine comédie
• Robert de Visée: Pieces de Theorbe, CD
• Bellerofonte Castaldi: Le musiche di Bellerofonte Castaldi
• Domenico Belli: Il nuovo stile Guillemette Laurens
• La conversation: Robert de Visée Vincent Dumestre, and poems of Théophile de Viau declamed by Eugène Green in Baroque French.
• Combattimenti!: Monteverdi. Marco Marazzoli] La Fiera di Farfa: Alpha 172
• Pierre Guédron: Le Consert des Consorts, CD
• Il Fásolo?
• Firenze 1616: L’Orfeo Dolente of Domenico Belli, Claudio Saracini, Giulio Caccini and Cristofano Malvezzi
• Plaisir d’Amour: Claire Lefilliâtre, Brice Duisit, Isabelle Druet.
• Love is strange – English lute consort music by Anthony Holborne, Robert Parsons (composer), Thomas Robinson (composer), John Bull (composer), John Dowland, John Danyel, Orlando Gibbons, John Coprario, John Johnson (composer) and anonymous and traditional.
• fr:Aux marches du palais Romances & complaintes de la France d’autrefois
• Luis de Briceño: El Fénix de Paris
• Antoine Boësset: Je meurs sans mourir
• Michel Richard Delalande: 3 Leçons de ténèbres, with accompanying CD of Jacques-Bénigne Bossuet’s Sermon sur la mort declamed by Eugène Green in Baroque French.
• Daniel Brel Quatre chemins de mélancolie Le Poème Harmonique: Daniel Brel (bandoneon), viol consort, Vincent Dumestre (theorbo and direction)
• Nova Metamorfosi: Vincenzo Ruffo and Claudio Monteverdi
• G. B. Pergolesi: Stabat Mater. Patrizia Bovi (soprano), Pino de Vittorio (tenor), Bernard Arrieta (bass). Le Poème Harmonique, Les Pages & Les Chantres de la Chapelle, dir. Olivier Schneebeli
• Jean-Baptiste Lully: Cadmus et Hermione, DVD
• Jean-Baptiste Lully: Le Bourgeois Gentilhomme, 2 DVD
WEBSITE:
www.lepoemeharmonique.fr
www.facebook.com/home.php?sk=group_6124166977#!/groups/6124166977/

vendredi, mai 25, 2012

Band Rock : Zone Libre - 28 MEI – 19.00 Auditorium IFI - Jl Sagan 3

Zone Libre 
Band Rock
28 MEI – 19.00
Auditorium IFI - Jl Sagan 3
YOGYAKARTA
GRATIS


Zone Libre, sebuah band rock dengan musik yang magis, membuat ilustrasi musik yang ditampilkan secara langsung mengiringi sebuah maha karya film bisu berjudul “Nosferatu le vampire” karya Friedrich W. Murnau (1922). Murnau, pelopor film ekspresionis Jerman, mencipta dekorasi aneh dan makhluk-makhluk ganjil melalui kejeniusannya memainkan bayang-bayang dan cahaya.

Cerita yang memabukkan dan menakutkan disajikan dengan iringan musik yang mencekam oleh seorang musisi rock terkenal Prancis, Serge Teyssot Gay (gitaris Noir Désir, Band legendaris Prancis), diiringi oleh Cyril Bilbeaud pada drum. Perpaduan sempurna antara konser dan sinema.

Album instrumental perdana Zone Libre “Faites vibrer la chair” dirilis tahun 2007, beraliran musik rock eksperimental yang mirip dengan sebuah film versi Cinémascope. Berkat vitalitas dari energi yang orisinil ini, Zone Libre memutuskan untuk melangkah lebih jauh dan memberikan ruang kolaborasi dengan beberapa artis (penyanyi rap Casey dan Hame). Album eksperimental campuran antara rock dan rap ini untuk pertama kalinya dirilis di Prancis tahun 2009, “L’Angle mort”, yang kemudian diikuti oleh “Les Contes du chaos” dengan Casey dan Hame di tahun 2011.

Zone Libre juga memiliki sejumlah pengalaman baru sinematografi: mereka membuat komposisi orisinil untuk soundtrack sebuah film detektif karya Pierre Venour “Magma” di tahun 2010. Lalu mereka turut berpartisipasi dalam film perdana Joaan Sfar yang berjudul “Gainsbourg, vie heroique”.

Konser-sinema pertama Zone Libre ditampilkan pada bulan September 2009 disebuah festival di Paris yang didedikasikan untuk novel bergenre detektif. Film yang diputar berjudul “Nosferatu” karya Friedrich W. Murnau. Setelah pengalaman perdananya ini, mereka semakin bersemangat untuk memperdalam dan terus menampilkan konser-sinema kepada publik.

Bulan Mei 2010, Zone Libre mempertunjukkan untuk kedua kalinya konser-sinema, lagi-lagi sebuah mahakarya dari sinema bergenre ekspresionis Jerman yang berjudul “The Cabinet of Caligari” oleh Robert Wiene (1919) di sebuah sinema di Paris. Kemudian, ketertarikan terhadap film-film kriminal mendorong mereka untuk membuat soundtrack dari “Dr Jekyll et Mr Hyde” karya John S. Robertson.

“Saya memutuskan untuk membubarkan band Noir Désir atas alasan ketidakcocokan secara emosi, relasi dan musikal dengan Bertrand Cantat, ditambah dengan berbagai ketidakwajaran yang terjadi selama beberapa tahun di dalam grup musik tersebut”,  ungkap Serge Teyssot-Gay kala secara resmi membubarkan band Noir Désir di tahun 2010. Grup legendaris ini tidak pernah benar-benar lepas dari skandal pembunuhan brutal yang dilakukan oleh vokalis Bertrand Cantat terhadap kekasihnya, Marie Trintignant tahun 2003 silam.

Zone Libre merupakan ruang bagi sang gitaris untuk melanjutkan karir musiknya dengan kebebasan penuh, setelah 30 tahun menjadi bagian dari band rock paling ikonik di Prancis. Seperti yang dikatakan Serge, “Akhirnya saya merasa bebas. Bahagia dan bangga telah mampu menciptakan label musik sendiri, Intervalle Triton, untuk memproduksi album-album saya, dengan siapapun dan kapanpun saya mau. Hal ini merupakan sebuah kemewahan luar biasa yang tidak sering terjadi pada kebanyakan musisi.”

Sudah 20 tahun berlalu sejak gitaris yang berasal dari kota Bordeaux, Prancis ini menetap di daerah Saint-Ouen, Paris. Baginya, Zone Libre adalah sebuah grup yang didesain untuk melibatkan para profesional sekaligus amatir dalan dunia musik. Tidak perlu sebuah pengetahuan khusus untuk  menciptakan emosi dan menemukan suara-suara musik.

Zone Libre selalu memiliki tujuan utama, yakni berimprovisasi terhadap tiap gambar dalam film dengan tidak mengubah logika ceritanya. Mereka ingin mengemukakan aksi dan emosi dengan rinci, serta menambahkan unsur personal ke dalam musik yang universal.



Musisi
Gitar : Serge Teyssot-Gay
Drum : Cyril Bilbeaud


lundi, mai 21, 2012

Konser Gitar : Thibault Cauvin 24 MEI – 19.00 Auditorium IFI Yogyakarta GRATIS

vendredi, mai 11, 2012

Pameran KOMIK | Exposition de BD | COMICS EXHIBITION

Pameran KOMIK | Exposition de BD | COMICS EXHIBITION
JOEL ALESSANDRA
Senin 14 & Rabu 16 mei 2012
Jam 19.00
Gratis | Entrée libre | Free entrance


JOEL ALESSANDRA

Senin 14 Mei 2012 jam 19.00 : Pembukaan Pameran dimeriahkan oleh DJ ICAN HAREM

Rabu 16 Mei 2012 19.00 : Penutupan Pameran hasil workshop & pemutaran Film Animasi

IFI Yogyakarta Jl Sagan 3 Yogyakarta T 566520






Joel Alessandra lahir di Marseille tahun 1967. Ia adalah lulusan jurusan Interior Design Arsitektural di Sekolah Boulle. Di Italia, ia menerbitkan komik pertamanya dalam majalah terkenal “In Grifo”. Sebagai seniman yang sering berpergian, ia menerbitkan “Fikrie”, “Dikhil” and “Fierte de Fer” (La Boite a Bulle, Penerbit Prancis) yang di inspirasi dari pengalamannya naik kereta dari Djibouti ke Ethiopia. Ia sangat terinspirasi pula oleh pengalaman kerjanya sebagai Direktur Artistik di Djibouti dari 1989 hingga 1991.
Joël Alessandra was born in Marseilles in 1967. He graduated from Interior Architecture and Design at the school of Boulle. In Italy he published his very first cartoons in the famous magazine In Grifo. Being a travelling man, he published “Fikrie”, “Dikhil” and “Fierte de Fer” (La Boite a Bulle, French publisher) entirely inspired by his journey by train from Djibouti to Ethiopia. He was also inspired by his working experience as an Artistic Director in Djibouti from 1989 to 1991.
Publications :
2006 Frikie, La Boîte à Bulles,
2007 Dikhil, Joël Alessandra,
2008 Fierté de Fer, Claude Jeancolas and Idris Youssouf Elmi (text), Joël Alessandra (drawings and colours),
2009 Séjour en Afrique, Jean-Luc Coudray (scenario), Alain Garrigue (drawings), Joël Alessandra (colours), La Boîte à Bulles,
2009 Instinct sauvage, Hervé Frehel (scenario), Joël Alessandra (drawings and colours), Casterman,
2009 Bad Atmosphère, Christophe Chatton (scenario), Joël Alessandra (drawings and colours),
2010 Un papa est né, collectif,
2010 Retour au Tchad, Attié Djouid Djar et Pascal Villecroix (text), Joël Alessandra (drawings and colours), La Boîte à Bulles,
2011 Le Périple de Baldassare, tome 1 Le Centième Nom, Joël Alessandra (scenario, drawings and colours), Casterman.

mercredi, mai 09, 2012

Pemutaran Film KCK : "DANS LA VIE"

  
Kamis, 10 Mei 2012, jam 19.00
Pemutaran Film KCK :
"DANS LA VIE"
Auditorium IFI-LIP Yogyakarta
Jl Sagan 3 , Yogyakarta
Tél. +62 (274) 54 74 09 / 56 65 20



SINOPSIS

Dans la vie (2007)
Philippe FAUCAN
73 min - Drama komedi


Esther, wanita berumur dan beragama Yahudi, membutuhkan seorang asisten tetap, Ellie, anaknya harus mencari orang yang dapat menjaganya.
Tetapi Esther mempunyai karakter yang buruk. Ellie meminta Halima, seorang muslim taat untuk menjaganya.

Prasangka Inbrida memenuhi simpati tak terduga pada sutradara kelahiran Maroko dari pied noir. Selima (Sabrina Ben Abdallah) adalah perawat muda, sangat mandiri asal Maroko keturunan Arab di selatan Perancis yang mendapat pekerjaan sebagai perawat untuk wanita Maroko keturunan Yahudi, Ester (Ariane Jacquot). Keluhan-keluhan dan kekerasan yang dilakukan Ester membuat pembantunya berhenti bekerja, dan Selima mengajak ibunya Halimah (Zohra Mouffok) yang merupakan seorang Muslim yang taat untuk membersihkan dan memasak makanan halal. Banyak masalah-masalah yang kemudian muncul diantara kedua wanita tersebut, namun akhirnya mereka menemukan kesamaan generasi, religiusitas, dan kesamaan nasionalis politik. Halima dan Esther langsung akrab dan sering tertawa bersama.

Jelas Faucon, kelahiran Maroko yang bukan keturunan Arab seperti karakter Ester, tahu apa yang ia bicarakan ketika datang ke Maghreban mulitculturalism, sebuah isu yang cukup dikenal liberal oleh intelektual Perancis.Ide-ide segar, realita, dan nilai produksi yang sangat baik membuat film ini layak ditonton

Kita perlu lebih banyak film seperti ini. Serge Kaganski dari 'Les Inrockuptibles' menulis: "Ini merupakan film sederhana tetapi juga kompleks, ambisius dan rendah hati; tidak ada yang menghindar dari zona konflik tapi mengeksplorasi mereka dengan ketenangan, kebijaksanaan serta keberanian.




--------------------------​--------------------------​--------------------------​-----------

Kamis Cine Klub

Anda merasa sebagai penggemar berat film ? Kami ajak Anda untuk mengenal sinema Prancis, Eropa dan Francophone dua kali dalam 1 bulan di hari kamis. Selain itu, jika Anda ingin bertukar pendapat tentang film-film yang sudah Anda tonton, IFI-LIP Yogyakarta sekarang menggelar bincang film dua kali dalam 1 bulan di hari kamis.

KCK merupakan kegiatan yang diselenggarakan satu bulan dua kali pada hari kamis. Dalam program ini, sineas diajak untuk menonton film bersama-sama dan diajak membahas tentang film yang baru ditonton. Kegiatan ini mendorong sineas untuk mempunyai kemampuan berpikir secara kritis (critical thinking) karena kita tidak hanya menonton dan menikmati film tetapi juga melihat latar belakang budaya dan aspek-aspek lain dalam film tersebut. Para sineas berlatih untuk mengeluarkan pendapat mereka dengan bebas. Diskusi yang diadakan setelah menonton diharapkan dapat mengetahui konteks budaya yang ada dalam film dengan lebih akurat.

Salam Cine

jeudi, mai 03, 2012

DELF and Study in France

DELF and Study in France
Seminar bersama Flora Stienne, direktris Campusfance Indonesia.
Rabu, 9 Mei 2012 - Jam 14.00-16.00
Auditorium IFI-LIP Yogyakarta
Jl sagan 3


untuk interview individual, silahkan menghubungi Wisnu 0274-566520





Apa itu DELF ?

Ijazah internasional bahasa Prancis yang diakui
oleh Kementrian Pendidikan Nasional Prancis.

Siapa boleh ikut ujian DELF ?

Semua orang non warga negara Prancis yang merasa memiliki kemampuan berbahasa Prancis memadai atau telah menempuh studi bahasa Prancis.