mercredi, septembre 22, 2010

CENTHINI : La fugue de Cebolang – Preview Jakarta Art Summit

30 septembre September : 19.30
LIP auditorium
CENTHINI : Minggatnya Cebolang / La fugue de Cebolang
(bersama Slamet Gundono & Elisabeth Inandiak)
- Preview Jakarta Art Summit -
(exclusivement sur invitation hanya dengan undangan)
La fugue de Cebolang

Cebolang est un des personnes principaux du Livre de Centhini : adolescent rebelle, il fugue de chez ses parents, de pieux musulmans dirigeant un ermitage coranique, et part vagabonder avec trois compères tout aussi délurés que lui.
Son vagabondage - qui couvre 4 des 12 livres de l’œuvre originale- le conduit aussi bien dans les milieux lettrés autour du palais de Mataram, que dans des villages où il se déguise en danseuse de charme, invité à égailler des fêtes et à se livrer à toutes sortes de plaisirs sexuels. Dans un tripot, il rencontre un maître tantrique, grand fumeur d’opium, qui débat avec des chefs religieux musulmans bigots et l’interroge sur sa religion. Au terme de ses pérégrinations, il reçoit d’un ermite sur le volcan Semeru le plus haut enseignement de la spiritualité javanaise. Ayant enfin trouvé son « moi » intérieur, Cebolang peut rentrer chez ses parents…


Minggatnya Cebolang

Cebolang adalah salah satu tokoh utama dalam Kitab Centhini : remaja pemberontak yang melarikan diri dari rumah orang tuanya, muslim taat yang mengelola suatu pesantren, dan pergi berkelana dengan tiga sobatnya yang sama-sama panjang akal seperti dia.
Pengelanaannya, yang diceritakan dalam 4 buku dari 12 buku aslinya, membawanya baik ke kalangan budayawan di sekitar istana Mataram, maupun ke desa-desa tempat ia menyamar sebagai penari penggoda, yang diundang untuk menebar pesta-pesta dan mengumbar segala macam kesenangan seksual. Di suatu rumah judi, ia bertemu dengan seorang guru tantra, pengisap berat opium, yang sedang berdebat dengan ulama-ulama muslim yang fanatik dan kemudian ia bertanya-tanya kepada sang guru soal agamanya. Di akhir perziarahannya, di gunung Semeru, ia menerima pengajaran tingkat paling tinggi tentang spiritualitas Jawa dari seorang pertapa. Setelah akhirnya menemukan « aku » dalam dirinya, Cebolang bisa kembali ke rumah orang tuanya…